Rabu, 18 Oktober 2017

PRIBUMI DIZAMAN RASULULLAH SAW

PRIBUMI 
 
Saat Nabi Muhammad SAW dan para shahabatnya hijrah dari Mekkah, mereka disambut baik oleh PRIBUMI Madinah. Para pribumi memberikan rumah, harta, lapangan kerja bahkan jodoh bagi para pendatang, Nabi dan para shahabatnya. 

Indahnya hubungan PRIBUMI dan PENDATANG itu direkam dalam sejarah, yang kemudian akrab kita kenal dengan persahabatan kaum Muhajirin dan Anshar. Mengapa mereka bisa begitu ramah bersahabat dan saling bersaudara?

Sebagai PENDATANG, Nabi Muhammad SAW memberikan keuntungan yang besar. PRIBUMI Madinah (suku Auz dan Khazraj) sebelumnya selalu berperang. Dengan hadirnya Nabi SAW, mereka hidup rukun dan damai dalam agama baru, yaitu Islam.

PENDATANG itu juga mampu membebaskan PRIBUMI dari jerat perbudakan orang-orang Yahudi saat itu di Madinah. 

Yang paling agung, ajaran yang dibawa PENDATANG itu membawa kehidupan yang lebih baik bagi mereka, baik dunia maupun akhirat. 
 
 
Allah SWT berfirman:

اِنَّ الدِّيْنَ عِنْدَ اللّٰهِ الْاِسْلَامُ ۙ  وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ اِلَّا مِنْۢ بَعْدِ مَا جَآءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا ۢ بَيْنَهُمْ  ؕ  وَمَنْ يَّكْفُرْ بِاٰيٰتِ اللّٰهِ فَاِنَّ اللّٰهَ سَرِيْعُ الْحِسَابِ
 
"Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam. Tidaklah berselisih orang-orang yang telah diberi Kitab kecuali setelah mereka memperoleh ilmu, karena kedengkian di antara mereka. Barang siapa ingkar terhadap ayat-ayat Allah, maka sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya."
(QS. Ali 'Imran: Ayat 19)

Di dunia mereka disatukan dalam indahnya persaudaraan. Tak boleh ada cela, tak boleh ada maki. Sementara di akhirat, dengan mengimani ajaran PENDATANG itu, mereka dapat selamat dari ancaman siksa api neraka.

PENDATANG yang dipimpin Nabi Muhammad SAW itu membawa ajaran yang melarang: membunuh tanpa alasan yang dibenarkan, mencuri, berzina, riba dan berbagai tindak kejahatan yang merugikan kehidupan mereka. 

PENDATANG itu mengajari mereka kecintaan terhadap AKHIRAT dan bagaimana bersikap yang benar terhadap DUNIA. Ajaran PENDATANG itu mengajak mereka keluar dari HAMBA DUNIA, untuk kemudian mempersiapkan diri demi kehidupan kekal di akhirat. 

Besarnya manfaat yang diperoleh dari PENDATANG itu, membuat PRIBUMI sangat mencintai PENDATANG. Bentuk kecintaan mereka di antaranya:

PRIBUMI sanggup seia-sekata bersama-sama PENDATANG dengan dipimpin oleh Nabi Muhammad SAW. Dalam perang Badar, di mana awalnya mereka tidak siap untuk berperang, kaum PRIBUMI diwakili Sa’d bin 
Muad menyatakan kesetiaannya kepada apapun yang diperintahkan Nabi SAW.

“Wahai Rasulullah, Allah telah mengutusmu, dan kami telah mengimani itu. Engkau memerintah, dan kami akan taat. Engkau melarang, kami akan menahannya. Wahai Rasulullah, kami telah memberikan baiat kepadamu bahwa kami akan selalu setia bersamamu, apapun keadaannya. 

Demi Allah, jika engkau menyebrangi lautan, kami akan ikut bersamamu. Hari ini adalah hari di mana Allah menunjukkan kepadamu bahwa kami (PRIBUMI) adalah lelaki sejati, dan kami akan selalu pegangi ucapan kami. Demi Allah, kami akan taat bila engkau memerintahkan kami untuk ikut berperang.”

Pada perang Hunain, PRIBUMI Madinah juga rela tidak mendapatkan bagian apapun dari rampasan perang, sementara orang lain yang baru masuk Islam diberi harta yang banyak oleh Nabi SAW.

Memang awalnya mereka sempat mengeluh. Namun Nabi SAW dengan bijak menjelaskan kepada mereka bahwa harta itu diberikan agar orang-orang yang baru masuk Islam itu semakin kuat imannya.

Adapun kepada PRIBUMI Madinah, Nabi SAW tidak memberikan apa-apa karena Nabi yakin iman mereka telah kuat. Nabi SAW juga menyebutkan kecintaaannya kepada PRIBUMI Madinah, dan akan tetap tinggal bersama mereka.

Akhirnya kaum PRIBUMI Madinah sadar. Mereka menyatakan ridha, pulang “hanya “ membawa Nabi SAW sementara orang lain membawa tumpukan harta. Mereka menangis dan menyesal karena sebelumnya telah mengeluh. 
 
Allah SWT berfirman:

وَالسّٰبِقُوْنَ الْاَوَّلُوْنَ مِنَ الْمُهٰجِرِيْنَ وَالْاَنْصَارِ وَالَّذِيْنَ اتَّبَعُوْهُمْ بِاِحْسَانٍ  ۙ  رَّضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمْ وَرَضُوْا عَنْهُ وَاَعَدَّ لَهُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ تَحْتَهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۤ اَبَدًا   ؕ  ذٰ لِكَ الْـفَوْزُ الْعَظِيْمُ
"Dan orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah. Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung."
(QS. At-Taubah: Ayat 100)
 

Kaum PRIBUMI sangat mencintai para PENDATANG yang hijrah dari MEKKAH. Rumah mereka bagi agar bisa ditinggali PENDATANG. Demikian juga harta, mereka berbagi bersama para PENDATANG.

Bahkan yang punya istri lebih daripada satu, PRIBUMI menawarkan kepada PENDATANG untuk memilih mana yang disukai, nanti akan diceraika agar dapat dinikahi oleh PENDATANG.

Di sisi lain, PENDATANG juga tidak kemaruk. Mereka juga tahu diri. Abdurrahman bin Auf, misalnya tidak mau bergantung pada pemberian PRIBUMI. Ia hanya minta ditunjukkan pasar, agar ia bisa berdikari dan mencari uang sendiri. 

Begitulah, sebenarnya saat Islam masuk Madinah, tak ada lagi istilah PRIBUMI dan PENDATANG. Istilah Anshar dan Muhajirin hanya untuk membedakan “siapa” telah “berperan apa.” Selebihnya, mereka menjadi umat yang satu, kaum Muslimin.

Indahnya kehidupan PRIBUMI dan PENDATANG di atas hanya terjadi pada masa Islam. PRIBUMI membuka dua tangannya, memberikan segala yang diperlukan PENDATANG.

PENDATANG pun tahu diri, tidak mentang-mentang PRIBUMI bersikap baik hati, kemudian kemaruk dan ingin menguasai tanah dan harta PRIBUMI. Tidak ada INVASI berkedok INVESTASI. Kedua belah pihak sama-sama tulus. Semua keindahan itu hanya ada dalam ajaran I-S-L-A-M.

Senin, 16 Oktober 2017

Manfaat Membaca Al-Qur'an bagi kesehatan " hasil survey "

MANFAAT MEMBACA AL-QUR'AN BAGI KESEHATAN

Menurut sebuah survey yang dilakukan oleh dr. Al-Qodhi di Klinik Besar Florida, Amerika Serikat, berhasil membuktikan hanya dengan mendengarkan ayat suci  Al-Qur'an, baik mereka yg mengerti bahasa Arab atau tidak, ternyata *memberikan perubahan fisiologis yang sangat besar.* Termasuk salah satunya dapat  *menangkal berbagai macam penyakit*. 

Hal tsb dikuatkan lagi oleh Penemuan Muhammad Salim yang dipublikasikan Universitas Boston. 

Mengapa di dalam Islam, ketika kita *mengaji disarankan untuk bersuara?* Minimal untuk diri sendiri alias terdengar oleh telinga kita. 

Berikut penjelasanya :

Setiap sel di dalam tubuh kita bergetar di dalam sebuah sistem yang seksama, dan perubahan sekecil apapun dalam getaran ini  akan menimbulkan potensi penyakit di berbagai bagian tubuh... 

Nah... Sel-sel yang rusak ini harus digetarkan kembali untuk mengembalikan keseimbangannya. 

*Hal tersebut artinya harus dengan suara.* Maka munculah TERAPI SUARA yang ditemukan oleh *dr. Alfred Tomatis, seorang dokter di Perancis*.

Sementara dr. Al-Qodhi menemukan, bahwa
MEMBACA AL-QUR'AN DENGAN BERSUARA,  *Memberikan pengaruh yang luar biasa terhadap sel-sel otak untuk mengembalikan keseimbangannya.*

Penelitian berikutnya membuktikan *Sel Kanker dapat hancur* dengan menggunakan FREKUENSI SUARA  saja.

Dan kembali terbukti bahwa, Membaca Al-Qur'an memiliki dampak hebat dalam proses penyembuhan penyakit sekaliber kanker. 

 Virus dan kuman berhenti bergetar saat dibacakan ayat suci Al-Qur'an, dan di saat yang sama , sel-sel sehat menjadi aktif.

Mengembalikan keseimbangan program yang terganggu tadi. 
Silakan dilihat QS. Al-Isro' ayat 82 

Dan yang lebih menguatkan supaya diri ini semakin rajin dan giat membaca Al-Qur'an adalah karena menurut survei : 

SUARA YANG PALING MEMILIKI PENGARUH KUAT TERHADAP SEL-SEL TUBUH, ADALAH SUARA SI PEMILIK TUBUH ITU SENDIRI. 
Lihat QS. 7 ayat 55 dan QS. 17 ayat 10. 

Mengapa Sholat berjama'ah lebih di anjurkan?. 
*Karena ada do'a yg dilantunkan dengan keras, sehingga terdengar oleh telinga, dan ini bisa mengembalikan sistem yang seharian rusak.*

Mengapa dalam Islam mendengarkan lagu hingar bingar tidak dianjurkan?
*Karena survei membuktikan, bahwa getaran suara hingar bingar MEMBUAT TUBUH TIDAK SEIMBANG.*

Maka kesimpulannya adalah :

*1. Bacalah Al-Qur'an di pagi hari dan malam hari sebelum tidur* untuk mengembalikan sistem tubuh kembali normal.

*2. Hindari mendengarkan musik hingar bingar,* ganti saja dengan *murotal* yang jelas-jelas memberikan efek menyembuhkan.
Siapa tau kita punya potensi terkena kanker, tapi karena rajin mendengarkan murotal, penyakit tersebut bisa hancur sebelum terdeteksi. 

*3. Perbaiki baca Al-Qur'an (baca dengan tartil, penuhi Hukum Tajwid),* karena efek suara kita sendirilah yang paling dasyat dalam penyembuhan.

Minggu, 15 Oktober 2017

AGAMA BANGSA ARAB " SEJARAH ROSUL SAW "

AGAMA BANGSA ARAB

          Mayoritas Bangsa Arab mengikuti dakwah Nabi Ismail AS, yaitu tatkala beliau menyeru kepada agama bapaknya, Ibrahim AS, yang intinya menyembah kepada Allah SWT, mengesakanNya dan memeluk agamaNya. Waktu bergulir sekian lama, sehingga banyak diantara mereka melupakan ajaran yang pernah disampaikan kepada mereka. Sakalipun begitu masih ada sisa-sisa tauhid dan ada beberapa syiar dari agama Ibrahim AS, sehingga muncul Amr bin Luhay, pemimpin Bani Khuza'ah. dia tumbuh sebagai orang yang suka berbuat baik, megeluarkan shadaqoh dan respek terhadap urusan-urusan agama, sehingga semua orang mencintainya dan hampir-hampir mereka menganggapnya sebagai seorang ulama besar dan wali yang disegani. Suatu ketika Amr bin Luhay mengadakan perjalanan ke Syam, dimana di Syam ketika itu menyembah berhala dan menganggap hal itu sebagai sesuatu yang baik serta benar. Sebab menurutnya, Syam adalah tempat para Rosul dan Kitab. Maka dia pulang sambil membawa Hubal dan meletakkannya didalam Ka'bah. Setelah itu dia mengajak penduduk Makkah untuk melakukan persekutuan terhadap Allah. Orang-orang Hijazpun banyak mengikuti penduduk Makkah, karena mereka dianggap sebagai pengawas Ka'bah dan penduduk tanah suci. *  
          Berhala mereka yang terdahulu adalah Manat, yang ditempatkan di Musyallah di tepi laut merah dekat Qodaid. Kemudian mereka membuat Lata di Tha'if dan Uzza di Wady Nakhlah, inilah  3 berhala paling besar. dan setelah itu kemusyikan semangkin merebak dan berhala-berhala yang lebih kecil bertebaran disetiap tempat di Hijaz, setiap rumah hampir pasti ada berhalanya. Mereka juga memenuhi Al-Masjidil Haram dengan berbagai macam berhala dan patung. Tatkala Rosulullah menaklukkan Makkah, disekitar Ka'bah ada 360 berhala. Beliau memerintahkan untuk menghancurkan berhala-berhala itu, sehingga runtuh semua, lalu memerintahkan agar semua berhala dibawa keluar masjid dan dibakar semua.
          Begitulah kisah kemusyrikan dan penyembahan terhadap berhala, yang menjadi penomena terbesar dari agama orang-orang jahiliyah yang mengganggap dirinya berada pada agama Nabi Ibrahim AS.

          Tentang sifat-sifat jahiliyah yang ditujukan kepada bangsa Arab ketika itu, Diabadikan oleh Allah yang mengisahkan, ketika Bani Israil diselamatkan oleh Allah, melalui tongkat Nabi Musa, Tatkala Fir'aun dan bala tentaranya mengejar Nabi Musa dan Bani Israil, utuk dibunuh atau dipenjarakan. Allah memerintahkan Nabi Musa untuk memukulkan tongkatnya, kemudian terbentuklah jalan, yang menjadi lintasan bagi Bani Israil. Setelah Bala tentara mengajar dan sampai di tengah perlintasan, jalanpun kembali menjadi lautan,sehingga seluruh bala tentara dan Fir'aun di tenggelanmkan oleh Allah, Bani Israil menyaksikan dengan mata kepala mereka, akan kekuasaan Allah dengan binasanya Fir'aun dan bala tentaranya. Namun Bani Israil tetap meminta kepada Musa untuk di buatkan berhala, sehingga di abadikan oleh Allah :

وَجَاوَزْنَا بِبَنِي إِسْرَائِيلَ الْبَحْرَ فَأَتَوْا عَلَى قَوْمٍ يَعْكُفُونَ عَلَى أَصْنَامٍ لَهُمْ قَالُوا يَا مُوسَى اجْعَلْ لَنَا إِلَهًا كَمَا لَهُمْ آلِهَةٌ قَالَ إِنَّكُمْ قَوْمٌ تَجْهَلُون 
Dan kami seberangkan Bani Israil ke seberang lautan itu, maka setelah mereka sampai kepada suatu kaum yang tetap menyembah berhala; Bani Israil berkata, " Hai Musa, buatlah untuk kami sebuah berhala ( tuhan ), sebagaimana mereka mempunyai beberapa Berhala ( tuhan ) " Musa menjawab, " Sesungguhnya kalian ini adalah kaum yang bodoh ( tidak mengetahui ) ( sifat-sifat Tuhan )
 QS. Al-A'raf 138

          Wassalam....